ASSALAMMU'AKAIKUUMMM....

ASSALAMMU'ALAIKUUMMM....

Translate

Kamis, 07 Juni 2012

Albasiah,,,??? Okee...

  Prospek menanam pohon kekeyuan akhir-akhir ini semakin menjanjikan. Dengan semakin ketatnya aturan penebangan hutan untuk kebutuhan industri perkayuan, ketersediaan kayu dipasaran semakin menipis sehingga kayu-kayu kelas dua maupun kelas tiga yang ada di lahan para petani semakin dilirik.
Para petani yang berada di pedesaanpun semakin semangat memampaatkan lahan-lahan yang semula tidak tergarap, kini mulai ditanami pohon/kekayuan. Ini pertanda kebangkitan masyarakat yang semula menggantungkan hidupnya dari mencari peruntungan sebagai kuli bangunan dan buruh pabrik di kota-kota besar atau mengolah sawah tadah hujan yang tingkat keberhasilannya sangat minim, sekarang mulai ada harapan ,yaitu menyisihkan lahannya untuk di tanami kekeyuan.

  Adalah Albasiah (Sengon), mempunyai nama Jeung jing, Albiso atau Albasia. Selain itu juga dikenak dengan nama botani Albisia falcataria (L). Pada tahun 1983, nama botanisnya diubah menjadi Pharaseriantes falcataria. Sengon atau albasia (parasenanthes falcataria/albizia falcatara. Pohon ini termasuk dalam famili Mimosaceae atau keluarga petai-petaian, pohon sengon di Indonesia lebih dikenal dengan nama jeunjing, jeunjing laut (Sunda), kalbi, sengon landi, sengon laut (Jawa), seja (Ambon), sikat (Banda), tawa (Ternate), gosui (Tidore).Tanaman ini adalah tanaman yang berasal dari Maluku, New Guinea, kepulauan Bismarck - mencakup kepulauan Admirality dan Solomon. Habitat dari tanaman ini biasanya ada pada daerah dengan tanah regisol, aluvial dan latosol yang mempunyai tingkat kemasaman sekitar pH 6-7 dengan tekstur tanah lempung berpasir. Sebagai tanaman tropis, sengon mampu tumbuh pada daerah bersuhu rata-rata sekitar 18-27 derajat celcius dan ketinggian antara 0-800m dpl. Tanaman sengon ini membutuhkan kelembaban sekitar 50%-70% dengan curah hujan tahunan berkisar antara 2000-4000mm, pada kondisi lahan agak subur, serta memerlukan cahaya kuat. Selain sebagai salah satu tumbuhan yang dapat memperbaiki kesuburan lahan, sengon juga merupakan penghasil kayu yang produktif. Ketinggian pohon dapat mencapai 25-45 meter. Hingga berumur 5 tahun pertumbuhan tingginya mencapai 4 meter/tahun. Dapat ditebang setelah berumur 5-9 tahun.
  Sengon memiliki beberapa manfaat / keuntungan. Daunnya sebagai pakan ternak besar dan ternak kecil. Akarnya menghasilkan bintil atau nodul yang membantu porositas lahan sekaligus menyediakan unsur nitrogen sehingga meningkatkan kesuburan. Yang terpenting karakteristik kayunya sesuai dengan kebutuhan industri. Dibandingkan kayu-kayu lainnya, masa tebang sengon relatif cepat, budidaya mudah , dan tempat tumbuhnya di mana saja.Kebanyakan tanaman sengon ini dimanfaatkan sebagai bahan baku utama bubur kertas, sebagai bahan baku furnitur, alat musik, mainan anak, kayu lapis, papan partikel dan tanaman pelindung pada perkebunan dan pertanian serta sebagai tanaman reforestasi dan afforestasi lahan-lahan bekas longsor atau lahan-lahan gundul seperti lahan bekas tambang
   Selain itu, Kayu sengon juga dapat dimanfatkan untuk kayu kontruksi/bangunan, peti kemas korek api, pulp, jointed board/wood working, sawmill, moulding, meubelair, kayu bakar dan arang. Sifat pengerjaannya:Mudah digergaji, diserut, dipahat, dibor, diamplas, dan diplitur, serta tidak mudah pecah kalau dipaku. Beberapa keunggulan lain tanaman sengon antara lain:
  • Pertumbuhannya sangat cepat sehingga masa layak tebang dalam umur yang relatif pendek.
  • Karena memiliki perakaran yang dalam, sehingga dapat menarik hara yang berada pada kedalaman tanah ke permukaan.
  • Mudah bertunas kembali apabila ditebang, bahkan apabila terbakar.
  • Biji atau bagian vegetatif untuk pembiakannya mudah diperoleh dan disimpan.
     Berdasarkan pada beberapa keistimewaan itulah tanaman albasia dijadikan tanaman penghijauan hampir di semua wilayah,namun jangan mengesampingkan nilai ekonomis yang cukup tinggi apabila kita mau menanam nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger